Zonanugera's.com

Beranda » Zona Agrobisnis » Peternakan

Category Archives: Peternakan

Kesejahteraan Hewan (Animal Walfare)


Kesejahteraan hewan adalah usaha manusia untuk memelihara hewan meliputi kelestarian hidupnya disertai dengan perlindungan yang wajar. Pada prinsipnya kesejahteraan hewan (animal walfare) adalah tanggung jawab manusia selaku pewaris atau pengurus hewan untuk emmastikan hewan memenuhi 5 azas kesejahteraan hewan yang meliputi :
1. Bebas dari rasa lapar dan haus
2. Bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit
3. Bebas dari rasa tidak nyaman
4. Bebas untuk melakukan perilaku alaminya
5. Bebas dari rasa takut dan terkekang
DASAR HUKUM
Ketentuan yang diatur dalam peraturan Undang – Undang Nomor 6 Tahun 1967 pasal 22 menyebutkan bahwa “ Untuk Kepentingan Kesejahteraan Hewan, maka dengan peraturan pemerintah ditetapkan ketentuan – ketentuan tentang “ :
1. Tempat dan perkandangan
2. Pemeliharaan dan perawatan
3. Pengangkutan
4. Penggunaan dan pemanfaatan
5. Cara Pemotongan dan pembunuhan
6. Perlakuan dan pengayoman yang wajar dari manusia terhadap hewan
PENGELOMPOKAN HEWAN
1. Hewan ternak produksi
Kambing, unggas dan ternak lain sebagai sumber protein maupun untuk digunakan tenaganya
2. Hewan Hobby
Hewan kesayangan seperti anjing, kucing, exotic pets seperti ular, kera, burung, hewan hias seperti burung berkicau, hewan khusus seperti kuda
3. Hewan liar
Hewan yang hidup liar di habitatnya dan yang dilindungi pada konservasi alam
4. Hewan air
Seperti ikan, kura – kura , enyu
5. Hewan laboratorium
Hewan percobaan seperti kelinci, tikus, marmot
6. Hewan liar di kebun binatang
Hewan liar yang dipelihara di kebun binatang
TINDAKAN YANG MELANGGAR KESEJAHTERAAN HEWAN
Beberapa tindakan yang melanggar kesejahteraan hewan antara lain :
1. Transportasi hewan yang tidak benar
2. Menganiaya dan menyakiti hewan serta membiarkan hewan kelaparan
3. Mencabut kuku, taring, pemotongan ekor dan pemangkasan telinga (cosmetic surgery)
4. Penggemukan hewan dengan cara kastrasi pada hewan ternak
5. Perlakuan terhadap hewan yang dipotong di RPH seperti pemberian air minum yang berlebihan dengan tujuan meningkatkan berat badan dan mencelakakan dengan sengaja saat ternak masih hidup agar dapat dilakukan penyembelihan hewan secara darurat
6. Memburu hewan untuk diambil bagian tubuhnya seperti gading, taring, tanduk dan bulu
FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN
Dalam bidang kesejahteraan hewan, hal – hal yang perlu mendapatkan perhatian antara lain :
– Perlakuan yang tidak menimbulkan kesakitan pada hewan antara lain cara pengangkutan yang benar, cara menggembala yang benar, tidak mengeksploitasi hewan untuk kepuasan semata
– Penyediaan pakan yang cukup dan seimbang sesuai dengan kebutuhannya
– Penyediaan tempat tinggal, kandang atau penampungan yang ramah lingkungan
– Memperhatikan dan menjaga kesehatan hewan tanpa mengorbankan hewan lain dan tidak mengekploitasi hewan untuk keperluan manusia saja, namun harus juga memperhatikan kesejahteraan hewan tersebut.
Sumber :
Departemen Pertanian
Direktoat Jenderal Peternakan
Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner
Sub Direktorat Zoonosis dan Kesejahteraan Hewan
Jl. Harsono RM. No. 3 JAKARTA SELATAN

Iklan

PELAYANAN LABORATORIUM PAKAN TERNAK


PENDAHULUAN
Pakan ternak merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam usaha budidaya ternak. Kebutuhan pakan ternak meliputi jenis, jumlah dan kualitas bahan pakan yang diberikan pada ternak secara langsung akan dapat mempengaruhi tingkat produksi dan produktifitas ternak yang dipelihara. Oleh karena itu bahan pakan yang akan digunakan selayaknya diuji dulu, secara fisik, kimia dan bioligis sehingga pakan yang diberikan pada ternak memenuhi standar yang telah ada.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat peternak di Kabupaten Blitar tentang kebutuhan uji kualitas pakan (analisa pakan), maka Dinas Peternakan Kabupaten Blitar melalui Laboratorium Pakan memberikan fasilitas pelayanan pengujian pakan kepada peternak khususnya dan masyarakat pada umumnya.
PERANAN
Sebagai unsur pelaksana teknis Dinas Peternakan Kabupaten Blitar, Laboratorium Pakan Ternak mempunyai peranan sebagai :
1. Pelayanan Teknis
Pengujian mutu pakan ternak dilaksanakan sebagai fungsi pengawasan pakan ternak yang beredar di Kabupaten Blitar.
2. Pelayanan Masyarakat
Pengujian mutu pakan ternak dilaksanakan atas permintaan masyarakat baik itu perorangan (peternak/ pedagang) ataupun badan hukum (KUD/ pabrik pakan).
FASILITAS LABORATORIUM
Sebagai penunjang kelancaran kerja, Laboratorium Pakan Ternak Dinas Peternakan Kabupaten Blitar dilengkapi berbagai sarana pengujian antara lain:
Grinder Timbangan Digital,Oven Digital,
Furnice Desikator,Lemari Asam+digestor,
Destilator,Titrasi Digital,Hot Plate,
Bom Kalorimeter,Gas Oksigen dan Bahan Kimia.KETENTUAN PENGUJIAN
1. Alur Penerimaan Sampel
a. Contoh (sampel) ± 250 gram, dikirim/ diantar langsung ke Laboratorium Pakan Ternak Dinas Peternakan Kabupaten Blitar Jl. Cokroaminoto No. 22 Blitar, pada hari kerja Senin sampai Jum’at jam 07.00-15.00 WIB kecuali hari Jum’at jam 07.00-14.00 WIB;
b. Sampel dibukukan dan diberi identitas;
c. Persiapan pengujian;
d. Dilakukan pengujian;
e. Analisa hasil pengujian;
f. Pengesahan hasil analisa;
g. Penyerahan ke konsumen.
2. Lama Pengujian
Lama pengujian mutu pakan ternak adalah 3 hari kerja.
3. Biaya Pengujian
a. Besarnya biaya pengujian (Rp/ sampel) tergantung dari jenis pengujian, sesuai dengan Peraturan Bupati Blitar Nomor 11 Tahun 2007 tentang Pemeriksaan Sampel Pakan dan Spesimen Penyakit pada Laboratorium Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Blitar yaitu:
1. Kadar Protein Kasar 50.000,-
2. Serat Kasar 75.000,-
3. Kadar Abu 25.000,-
4. Kadar Air/ Bahan Kering 15.000,-
5. Gross Energi 60.000,-
b. Setiap pembayaran harus diberikan tanda terima pembayaran (kwitansi).
c. Sewaktu- waktu besarnya biaya bisa berubah sesuai keputusan yang berlaku.LABORATORIUM PAKAN TERNAK

DINAS PETERNAKAN KABUPATEN BLITAR
JL. COKROAMINOTO NO 22 TELP (0342) 801136
BLITAR 66112

SMS Info Agro By ZonAgro

Telur Ayam Kampung Lebih Bergizi?


Konsumsilah telur ayam kampung, alih-alih ayam ras. Para peneliti dari Pennsylvania State University mengatakan, ayam kampung menghasilkan telur dengan nutrisi esensial yang lebih tinggi, bila dibandingkan dengan ayam ras. Kandungan vitamin E-nya dua kali lipat lebih banyak, dan lemak omega-3-nya 2,5 kali lebih unggul. Semua itu penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh, fungsi penglihatan, fungsi otak, hingga kesehatan jantung kita.

Limpahan gizi telur ayam kampung ini disebabkan oleh kondisi ayam yang menghasilkan telur tersebut. Tidak seperti ayam negeri yang diternakkan di dalam kandang, ayam kampung diternakkan dengan membiarkannya berkeliaran di udara terbuka. Oleh karenanya, ayam kampung mendapat bahan makanan alami, seperti biji-bijian, tanaman hijau, serangga, dan cacing. Berada di ruang terbuka juga memungkinkan ayam kampung untuk mendapatkan udara bersih dan cukup sinar matahari.

Selain vitamin E dan asam lemak omega-3 yang lebih banyak, telur ayam kampung juga memiliki kolesterol 1/3 lebih sedikit, lemak jenuh 1/4 lebih sedikit, vitamin A yang 2/3 lebih banyak, dan beta karoten tujuh kali lebih banyak. Kandungan beta karoten yang lebih banyak inilah yang menyebabkan kuning telurnya terlihat lebih gelap. Kemudian, vitamin D-nya juga tiga sampai enam kali lebih banyak.

Karena vitamin E dan D, omega-3, serta setengah dari protein pada telur ini didapatkan dari kuning telurnya, Anda juga disarankan untuk mengonsumsi bagian lezat dari telur ini. Kuning telur juga mengandung lecithin, yang bersama omega-3 akan berfungsi menyeimbangkan kadar kolesterol dan lemak jenuhnya. Tentu, selama Anda tidak berlebihan mengonsumsinya, Anda akan mendapatkan manfaat kesehatannya dengan maksimal.

Sumber : Kompas (2010)

 

Daging Kelinci Turunkan Risiko Kolesterol..!


Daging kelinci dapat menjadi makanan alternatif yang relatif mudah diperoleh. Daging itu mampu menurunkan risiko kolesterol dan penyakit jantung
Sayangnya, daging kelinci belum populer. “Padahal, mutu gizinya lebih bagus dibanding daging lainnya,” kata Dr Yono C Raharjo dari Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor, dalam Seminar Nasional bertema prospek ternak kelinci untuk meningkatkan gizi masyarakat, akhir pekan lalu.
Salah satu cara mengenalkan daging kelinci kepada masyarakat adalah dengan mengolah daging kelinci ke dalam beberapa jenis masakan seperti sate kelinci, sosis, dendeng, dan bakso. “Semakin cepat dimasak, kandungan gizi kelinci makin sedikit berkurang. Daging kelinci yang paling baik dimasak adalah daging kelinci muda karena lebih cepat matang,” papar Kusmajadi
Menurutnya, daging kelinci berbeda dengan daging ternak ruminansia. Daging kelinci berserat halus dan warna sedikit pucat, sehingga dapat dikelompokkan dalam golongan daging berwarna putih seperti halnya daging ayam. Daging putih kadar lemaknya rendah dan glikogen tinggi.
“Rendahnya kandungan kolesterol dan natrium membuat daging kelinci sangat dianjurkan sebagai makanan untuk pasien penyakit jantung, usia lanjut, dan mereka yang bermasalah dengan kelebihan berat badan. “Keuntungan lainnya, tulang pada kelinci lebih tipis, dagingnya halus, dan seratnya pendek sehingga mudah dikunyah,” papar Kusmajadi.

Sumber : Kompas.com

Sembilan Perusahaan Ternak Australia Masuk Usaha Pembibitan Sapi


JAKARTA–MI: Sebanyak sembilan perusahaan peternakan Australia menyatakan kesiapannya berinvestasi dalam usaha pembibitan sapi di Indonesia. Enam di antaranya sudah menandatangani nota kesepahaman atau MoU tentang kerja sama bisnis dengan para pengusaha pembibitan nasional yang tergabung ke dalam GAPSI (Gabungan Pembibitan Sapi Indonesia).

“Mereka siap mendukung program swasembada daging sapi pemerintah Indonesia,” kata Menteri Pertanian Suswono dalam kunjungan kerjanya ke Darwin, Australia, Sabtu (27/3), seperti siaran pers Kementerian Pertanian yang diterima Media Indonesia.

Mentan menjelaskan, enam perusahaan itu telah meneken nota kesepahaman kerja sama business to business (b to b) pada Jumat (26/3) bersamaan dengan berlangsungnya Konferensi Asosiasi Peternakan Northern Territory (NTCA) 2010 di Darwin, Australia. Kesepakatan ditandatangani setelah peserta NTCA mendengar presentasi promosi investasi dari tiga gubernur, yakni Gubernur Papua Barat Abraham Octavianus Atufuri, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, dan Wagub Nusa Tenggara Barat Badrul Munir.

Keenam perusahaan Australia itu yakni North Australian Cattle Company, Wellard Exports, South East Asia Livestock, Consolidated Pastoral Company, Austrex, dan Landmark Global. Di luar enam perusahaan itu, ujar Ketua GAPSI Adikelana Adiwoso, masih ada sebanyak tiga perusahaan lainnya yang menyatakan berminat meski belum meneken MoU. “Mereka sudah ingin bergabung pada hari kedua konferensi,” ujarnya.

Dalam proyek pembibitan sapi itu, GAPSI melibatkan setidaknya enam perusahaan nasional, yakni PT Santosa Agrindo, PT Agro Giri Perkasa, PT Lembu Jantan Perkasa, PT Kadila Lestari Jaya, PT Widodo Makmur, dan PT Berdikari United Livestock Indonesia. Dalam forum NTCA 2010, Mentan menegaskan Indonesia serius untuk menjalankan program dan kebijakan swasembada daging sapi.

Selama ini, Indonesia adalah pasar besar dari sapi Australia. “Jika Anda tidak ingin kehilangan pasar, investasilah mulai sekarang. Bantu dan dukung kami mencapai swasembada,” ujarnya. Dia mengatakan, untuk menutupi kebutuhan daging sapi di dalam negeri yang terus meningkat dari tahun ke tahun, tentu Indonesia masih perlu mengimpor. Selama tidak mendistorsi atau merusak harga sapi dalam negeri, impor sapi masih diperlukan sesuai kebutuhan.

Pembatasan baru dilakukan ketika terjadi kelebihan pasokan daging di dalam negeri. Ketika swasembada tercapai pada 2014, impor sapi masih diperlukan sampai sekitar 10%. Dalam pertemuan itu pihak Australia mengakui pentingnya Indonesia bagi ekonomi Australia, khususnya sektor peternakan.

Mereka berharap, Australia masih bisa berperan penting dalam mencukupi kebutuhan daging sapi meski Indonesia telah bertekad untuk swasembada daging sapi. Mereka juga menyatakan siap mendukung program swasembada dengan harapan Indonesia tidak menutup atau membatasi impor sapi dari Australia. (*/OL-04)

Mesia Indonesia 2010

Temanggung akan Hapuskan Pajak Lelang Bantuan Ternak


TEMANGGUNG–MI: Pemerintah Daerah (Pemda) Temanggung, Jawa Tengah, akan menghapuskan pajak dan biaya administrasi lelang bantuan ternak untuk warga miskin. Kebijakan ini untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat.

“Sebelumnya, pengadaan bantuan ternak selalu dilakukan melalui proses lelang. Untuk ini, pemegang tender akan dikenakan pajak lelang dan pajak penghasilan. Akibatnya, sampai ke tangan masyarakat, ternak dibeli dengan harga cukup tinggi,” kata Sekretaris Komisi C DPRD Temanggung Slamet Eko
Wantoro.

Ke depan, semua pajak itu ditanggung pemda melalui subsidi APBD. Dengan demikian, harga jual hasil lelang tidak tinggi ketika sampai ke tangan masyarakat. Mengenai besaran subsidinya masih dibahas. “Yang jelas, kebijakan ini efektif mulai berlaku tahun ini,” ujarnya.

Pemda juga akan menanggung keseluruhan biaya administrasi umum di luar pajak dari subsidi APBD. “Harapan kami, dengan penghapusan pajak dan biaya administrasi umum lelang ternak ini, pemberdayaan ekonomi rakyat dapat terwujud,” katanya.

Kepala Seksi Produksi Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Temanggung Entargo menambahkan, tahun ini, pemda menganggarkan Rp2,5 miliar untuk bantuan di bidang peternakan untuk warga miskin di desa-desa yang memiliki rumah tangga miskin (RTM) lebih dari 40%.

Bantuan tersebut, kata Entargo, diambilkan dari dana hasil bagi cukai hasil tembakau (DBHCHT). Tahun ini, Temanggung mendapat bagian DBHCHT sebesar Rp13,5 miliar. “Bantuan bidang peternakan senila Rp2,5 miliar ini digunakan untuk pengadaan ternak, kandang, pakan, bibit rumput, dan pelatihan pengolahan pupuk organik pada petani,” paparnya.

Disebutkan, jenis ternak yang akan diberikan pada warga miskin tersebut, antara lain sapi jenis Simental jantan sebanyak 140 ekor, 110 sapi betina, 42 domba jantan, 420 domba betina, 900 itik, 220 kelinci. Untuk bantuan tersebut, saat ini pihaknya masih menyiapkan administrasinya. “Bulan April nanti sudah sosialisasi dan lelang, sehingga nanti pada Agustus, ternak sudah bisa dibagikan pada masyarakat,” ujarnya. (TS/OL-04)

Mesia Indonesia 2010

Empat Kampung Jadi Sentra Ternak Sapi


Empat Kampung Jadi Sentra Ternak SapiBIAK–MI: Empat kampung di Kabupaten Biak Numfor, Papua, hingga 2010 dikembangkan menjadi sentra pengembangan pembibitan hewan ternak sapi yang melibatkan penduduk setempat.

Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Biak Absalom Rumkorem, di Biak, Minggu (16/5), menyebutkan, empat kampung pusat pembudidaan ternak sapi yakni desa Maneru dan Dernafi (distrik Biak Utara), kampung Syabes (distrik Yendidori) dan kampung Sundey (distrik Biak Timur).

“Program pengembangan ternak sapi yang digulirkan sejak 2006-2009 di empat kampung mencapai 200 ekor,” ungkap Absalom Rumkorem.

Ia mengatakan, pada 2009 melalui program pengembangan agrobisnis usaha pedesaan pihak dinas peternakan dan pertanian telah memprogramkan kampung Sundey, distrik Biak Timur sebagai daerah penghasil makanan ternak.

Dia menyebutkan, untuk mendukung program penghasil makanan ternak di kampung Sundey pihak dinas peternakan telah membantu kelompok ternak setempat mengolah lahan puluhan hektare.

Meski kawasan kampung Sundey baru dikembangkan menjadi pusat pengembangan ternak, lanjut Rumkorem, berdasarkan informasi petugas lapangan desa Sundey tidak hanya menghasilkan makanan ternak sapi tetapi juga mampu mengolah kotoran hewan menjadi bahan bakar alternatif biogas.

“Kreativitas kelompok masyarakat ternak di kampung Sundey akan menjadi penanganan khusus sebab ke depan wilayah ini berpotensi dikembangkan sentra ternak dan penghasil bahan bakar alternatif dari kotoran hewan,” kata Kadinas peternakan Absalom Rumkorem.

Menyinggung program bantuan ternak kepada masyarakat, menurut Rumkorem, tetap diprogramkan pemerintah tetapi jumlahnya disesuaikan dengan pos anggaran yang tersedia.

“Untuk tahun 2010 program bantuan ternak tetap jalan, ya kelompok ternak mana yang mendapat giliran disesuaikan dengan kesiapan lahan dan keseriusan masyarakat bersangkutan,” kata Rumkorem. (Ant/OL-7)

Mesia Indonesia 2010