Zonanugera's.com

Beranda »

Hindari Cedera Saat Lari dengan Cara Ini

pas1

anas nafian web

083705_sportrunts

Jakarta, Lari merupakan salah satu bentuk olahraga sederhana yang kerap dilakukan banyak orang. Tapi sayanganya, setiap tahun rata-rata 35 sampai 85 persen pelari mengalami cedera. Sedangkan, khusus atlet lari, sekitar 75 persen mengalami cedera permanen.

Dikutip dari Health Me Up, Kamis (15/8/2013), komplikasi cedera yang dialami saat berlari 75 persen disebabkan karena melakukan gerakan yang berlebihan. Sedangkan, 25 persen disebabkan oleh faktor alam misalnya terkilir di bagian pergelangan kaki. Nah, untuk menghindari terjadinya cedera, tak ada salahnya Anda melakukan beberapa upaya pencegahan ini.

Pertama, ganti sepatu Anda jika sudah dipakai berlari dengan jarak 400 km. Kedua, usahakan gunakan permukaan yang lembut saat berlari misalnya lapangan atletik yang menggunakan landasan dengan bahan semacam karpet atau jalan yang kondisinya bagus. Sebaiknya hindari trotoar.

Yang ketiga, sebelum rutin berlari, sebaiknya awali dengan berjalan santai selama tiga minggu. Latihan ini akan memberi penguatan terhadap tendon serta otot dan tulang kaki. Upaya ke-empat yang perlu dilakukan adalah jika ingin meningkatkan jarak lari, tambahkan 1,6 km setiap tiga minggu, bukan setiap minggu.

Selain itu juga diperlukan meluangkan waktu dua hari dalam seminggu untuk berjalan santai. Dengan kata lain, aktivitas lari yang Anda lakukan juga perlu diberi jeda. Peregangan juga perlu dilakukan setelah selesai berlari. Atau jika perlu lakukan beberapa latihan kekuatan tambahan setelah berlari.

Upaya terakhir yaitu perlu Anda ingat bahwa proses berlari harus dilakukan secara lembut dalam artian tak terlalu dipaksakan sehingga itu akan memberatkan Anda. Mengonsumsi vitamin C 500 mg juga bisa jadi pilihan baik karena dapat menguatkan otot Anda.

Untuk anak-anak yang rentan terhadap rasa sakit dan nyeri saat berlari, solusi sederhana yang bisa dilakukan yakni mengganti jenis sepatunya. Namun, jika Anda masih mengalami cedera, dianjurkan segera mengobati luka Anda sesegera mungkin.

Tapi, jika Anda merasakan sakit ketika pemanasan lalu rasa sakit itu hilang setelah Anda mulai berlari, maka Anda tak perlu khawatir. Namun, jika rasa sakit itu terus berlanjut maka sebaiknya segera berhenti berlari.

Untuk mengatasi cedera atau rasa nyeri di kaki bisa saja Anda menggunakan kompresan es atau obat anti-inflamasi. Tapi, khusus obat anti-inflamasi, jangan menggunakannya dalam jangka waktu yang terlalu lama tanpa berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter.

(vit/vit)
Radian Nyi Sukmasari – detikHealth

%d blogger menyukai ini: