Zonanugera's.com

Beranda » Zona Agrobisnis » Tips Membedakan Beragam Daging

Tips Membedakan Beragam Daging

pas1

anas nafian web

Dipasaran terdapat beragam daging yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat konsumen, tips ini dapat membantu konsumen untuk memilih daging dengan ragam dan kualitasnya.

Daging Anak Sapi/Sapi Muda
daging-anaksapi
  • Pada Umumnya agak pucat, kelabu putih, sampai merah pucat dan menjadi tua
  • Terdiri dari serabut-serabut halus
  • Konsistensi agak lembek
  • Bau dan rasa berbeda dengan daging sapi dewasa
Daging Sapi Dewasa
  • Daging merah pucat
  • Berserabut halus dengan sedikit lemak
  • Konsistensi liat
  • Bau dan rasa aromatis
daging-sapi-dewasa
Daging Domba
daging-domba
  • Daging terdiri dari serabut halus
  • Warna merah muda, konsistensi cukup tinggi
  • Banyak lemak di otot
  • Bau sangat khas
  • Lemak berwarna putih
Daging Kambing
  • Daging lebih pucat dari daging domba
  • Lemak menyerupai lemba domba
  • Daging kambing jantan berbau khas
daging kambing
Daging Babi
daging babi
  • Daging umumnya pucat hingga merah muda
  • Otot punggung yang mengandung lemak umumnya kelihatan kelabu putih
  • Serabut halus konsistensi padat dan berbau spesifik
Daging Kerbau
  • Pada umumnya liat, karena disembelih pada umur tua
  • Serabut otot kasar dan lemaknya putih
  • Rasanya hampir sama dengan daging sapi
Daging Ayam
daging ayam
  • Warna daging putih pucat
  • Bagian otot dada dan otot paha kenyal
        • Bau agak amis sampai tidak berbau

Kriteria Kualitas Daging

Kualitas daging dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik pada waktu hewan masih hidup maupun setelah dipotong. Pada waktu hewan hidup, faktor penentu kualitas dagingnya adalah cara pemeliharaan, yang meliputi pemberian pakan, tata laksana pemeliharaan dan perawatan kesehatan. Kualitas daging juga dipengaruhi oleh pengeluaran darah pada waktu hewan dipotong dan kontaminasi sesudah hewan dipotong.

Kualitas daging yang baik

Keempukan atau kelunakan
Keempukan daging ditentukan oleh kandungan jaringan ikat. Semakin tua usia hewan, susunan jaringan ikat semakin banyak, sehingga daging yang dihasilkan semakin liat. Jika ditekan dengan jari, daging sehat akan memiliki konsistensi kenyal (padat).

Kandungan lemak atau marbling
Marbling adalah lenak yang terdapat diantara serabut otot (intramuscular). Lemak berfungsi sebagai pembungkus otot dan mempertahankan keutuhan daging pada waktu dipanaskan. Marbling berpengaruh terhadap citra rasa daging.

Warna
Warna daging bervariasi, tergantung dari jenis secara genetik dan usia, misalnya daging sapi potong lebih gelap daripada daging sapi perah, daging sapi muda lebih pucat daripada daging sapi dewasa.

Rasa dan Aroma
Cita rasa dan aroma dipengaruhi oleh jenis pakan. Daging yang berkualitas baik mempunyai rasa yang relatif gurih dan aroma yang sedap.

Kelembaban
Secara normal daging mempunyai permukaan yang relatif kering sehingga dapat menahan pertumbuhan mikroorganisme dari luar. Dengan demikian mempengaruhi daya simpan daging tersebut.

Kualitas daging yang tidak baik

Bau dan rasa yang tidak normal
Bau yang tidak normal biasanya akan segera tercium sesudah hewan dipotong. Hal itu dapat disebabkan oleh adanya kelainan antara lain :

  1. Hewan sakit
    Hewan yang sakit, terutama yang menderita radang bersifat akut pada organ dalam, akan menghasilkan daging yang berbau seperti mentega tengik.
  2. Hewan dalam pengobatan
    Hewan dalam masa pengobatan terutama dengan pemberian antibiotika, akan menghasilkan daging yang berbau obat-obatan.

Warna daging tidak normal
Warna daging yang tidak normal tidak selalu membahayakan kesehatan konsumen, namun mengurangi selera konsumen.

Konsistensi daging tidak normal
Daging yang tidak sehat mempunyai kekenyalan rendah (jika ditekan dengan jari akan terasa lunak) apalagi diikuti dengan perubahan warna yang tidak normal. Maka daging tersebut tidak layak dikonsumsi.

Daging busuk
Daging yang busuk dapat mengganggu kesehatan konsumen, karena menyebabkan gangguan saluran pencernaan. Pembusukan dapat disebabkan karena penanganan yang kurang baik pada waktu pendinginan, sehingga aktivitas bakteri pembusuk meningkat, atau karena dibiarkan di tempat terbuka dalam waktu relatif lama pada suhu kamar, sehingga terjadi proses pemecahan protein oleh enzim-enzim dalam daging.

Mengenali Penyimpangan Daging

Daging Ayam Berformalin

Memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Berwarna putih mengkilat
  2. Konsistensi yang kenyal
  3. Permukaan kulit tegang
  4. Bau khas formalin
  5. Biasanya tidak dihinggapi lalat

Daging Ayam Bangkai (TIREN)

Memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Warna kulit karkas terdapat bercak-bercak darah pada bagian kepala, leher, punggung, sayap dan dada.
  2. Bau agak anyir
  3. Konsistensi otot dada dan paha lembek
  4. Keadaan serabut otot berwarna kemerahan
  5. Keadaan pembuluh darah di daerah leher dan sayap penuh darah
  6. Warna hati merah kehitaman
  7. Bagian dalam karkas berwarna kemerahan

Daging Sapi Gelonggongan

Memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Warna daging merah pucat
  2. Konsistensi daging lembek
  3. Permukaan daging basah
  4. Biasanya penjual tidak menggantung daging tersebut karena bila digantung akan banyak air yang menetes dari daging itu.
%d blogger menyukai ini: