Zonanugera's.com

Beranda » Zona Agrobisnis » Peternakan » Temanggung akan Hapuskan Pajak Lelang Bantuan Ternak

Temanggung akan Hapuskan Pajak Lelang Bantuan Ternak

pas1

anas nafian web

TEMANGGUNG–MI: Pemerintah Daerah (Pemda) Temanggung, Jawa Tengah, akan menghapuskan pajak dan biaya administrasi lelang bantuan ternak untuk warga miskin. Kebijakan ini untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat.

“Sebelumnya, pengadaan bantuan ternak selalu dilakukan melalui proses lelang. Untuk ini, pemegang tender akan dikenakan pajak lelang dan pajak penghasilan. Akibatnya, sampai ke tangan masyarakat, ternak dibeli dengan harga cukup tinggi,” kata Sekretaris Komisi C DPRD Temanggung Slamet Eko
Wantoro.

Ke depan, semua pajak itu ditanggung pemda melalui subsidi APBD. Dengan demikian, harga jual hasil lelang tidak tinggi ketika sampai ke tangan masyarakat. Mengenai besaran subsidinya masih dibahas. “Yang jelas, kebijakan ini efektif mulai berlaku tahun ini,” ujarnya.

Pemda juga akan menanggung keseluruhan biaya administrasi umum di luar pajak dari subsidi APBD. “Harapan kami, dengan penghapusan pajak dan biaya administrasi umum lelang ternak ini, pemberdayaan ekonomi rakyat dapat terwujud,” katanya.

Kepala Seksi Produksi Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Temanggung Entargo menambahkan, tahun ini, pemda menganggarkan Rp2,5 miliar untuk bantuan di bidang peternakan untuk warga miskin di desa-desa yang memiliki rumah tangga miskin (RTM) lebih dari 40%.

Bantuan tersebut, kata Entargo, diambilkan dari dana hasil bagi cukai hasil tembakau (DBHCHT). Tahun ini, Temanggung mendapat bagian DBHCHT sebesar Rp13,5 miliar. “Bantuan bidang peternakan senila Rp2,5 miliar ini digunakan untuk pengadaan ternak, kandang, pakan, bibit rumput, dan pelatihan pengolahan pupuk organik pada petani,” paparnya.

Disebutkan, jenis ternak yang akan diberikan pada warga miskin tersebut, antara lain sapi jenis Simental jantan sebanyak 140 ekor, 110 sapi betina, 42 domba jantan, 420 domba betina, 900 itik, 220 kelinci. Untuk bantuan tersebut, saat ini pihaknya masih menyiapkan administrasinya. “Bulan April nanti sudah sosialisasi dan lelang, sehingga nanti pada Agustus, ternak sudah bisa dibagikan pada masyarakat,” ujarnya. (TS/OL-04)

Mesia Indonesia 2010

%d blogger menyukai ini: