Zonanugera's.com

Beranda »

Waspadai Gangguan Rantai Pasokan Ayam

pas1

anas nafian web

Pengusaha perunggasan meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menambah kapasitas produksi dalam program pemusatan rumah potong ayam di pinggir kota. Alasannya agar rencana positif itu tidak mengganggu rantai pasokan ayam potong nasional.
Hal ini terungkap dalam diskusi informal tentang perunggasan di Jakarta, Sabtu (24/4). Peserta diskusi, antara lain, Ketua Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia (Gappi) Anton J Supit, Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas Indonesia (GPPUI) Krissantono, dan para pengusaha perunggasan.
”Permintaan ayam potong di DKI Jakarta mencapai 1 juta ayam per hari, sepertiga dari kebutuhan nasional. Jika ada suatu masalah di DKI Jakarta, berdampak pada rantai pasokan ayam potong yang ujung-ujungnya peternak,” kata Anton.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal memusatkan rumah potong ayam ke pinggir kota sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pengendalian Pemeliharaan dan Peredaran Unggas demi mencegah wabah flu burung yang berisiko mengguncang sektor jasa. Regulasi yang semestinya berlaku sejak Sabtu (24/4) diundur sampai seluruh infrastruktur siap dan proses sosialisasi selesai.
Empat rumah potong ayam (RPA) pemda dan satu milik swasta yang bakal menjadi pusat pemotongan ayam di wilayah DKI Jakarta baru mampu memproduksi 300.000 ayam potong per hari. Jumlah ini jauh di bawah tingkat permintaan normal 800.000 ayam per hari.
Peternak dan konsumen adalah pihak yang paling dirugikan saat RPA tak mampu memproduksi sesuai permintaan pasar. Harga ayam di kandang peternak akan anjlok karena daya tampung RPA terbatas dan konsumen harus membayar lebih mahal karena suplai karkas ke pasar minim.
Gangguan rantai produksi ayam potong ini akan menular ke industri pembibitan, pakan ternak, sampai petani jagung sebagai sumber pakan. Oleh karena itu, pemerintah semestinya tidak meremehkan program pemusatan RPA DKI Jakarta.
Menurut anggota tim sukses sosialisasi pemusatan RPA DKI Jakarta, Suparman, tim mengunjungi lima RPA yang ditetapkan pemerintah di Rawa Kepiting, Petukangan Utara, Pulo Gadung, Cakung, dan Srengseng, November 2009. Namun, baru RPA Cakung yang siap walau baru mencapai 70 persen karena di antaranya belum tersedia air dan listrik. Persoalan lain, kelima RPA hanya mampu menampung 3.000 dari 5.000 kelompok pemotong ayam.
Di Vietnam, Pemerintah Kota Ho Chi Minh memindahkan usaha pemotongan ayam dari pasar pusat kota ke pinggiran. Kini, pasar-pasar di kota itu hanya menjual karkas beku.
Sumber : Kompas (2010) 
%d blogger menyukai ini: