Zonanugera's.com

Beranda »

Tangkal Daging Impor Dengan Kawin Massal

pas1

Untuk menangkal beredarnya daging impor di Sulsel, pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel berencana mengadakan kawin massal ternak sebanyak 7000 ternak sapi di Sulsel.

Dengan kawin massal terhadap ternak sapi itu, diharapkan target ternak sapi lokal sebanyak 100 ribu bisa tercapai pada 2010. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, H Murtala Ali dalam keterangannya, Rabu (7/4), setiap tahun jumlah populasi ternak sapi di Sulsel mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Untuk 2007, populasi ternak sapi di Sulsel mencapai 666.622 ekor lalu naik menjadi 703.303 pada 2008 dan pada 2009 nilainya telah mencapai 768.631 populasi ternak sapi di Sulsel. “Kira-kira tingkat kenaikan populasi dari 2008 ke 2009 mencapai 9,2%,” ujarnya.
Dalam mencapai target 100 ribu ekor ternak sapi di Sulsel, pihak Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel mengharapkan kerjasama dinas terkait yang ada di tingkat kabupaten dan kota di Sulsel. Sementara potensi investasi ternak sapi yang ada disejumlah kabupaten cukup menjanjikan, sedangkan pengeluaran dan emasukan ternak pada 2009 untuk bibit sapi Bali mencapai 5.177 ekor, sementara pengeluarannya ternak sapi potong sebanyak 1.183 ekor.
Dalam pengembangan ternak sapi di Sulsel, lanjut Murtala Ali, sejumlah daerah akan dijadikan basis peternakan sapi. Misalnya untuk wilayah Bone, Soppeng dan Wajo dengan sapi Bali.
Sementara untuk Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Bantaeng dan Sinjai sangat cocok untuk sapi simenti dan limousine. Terkait angka pasti daging impor yang masuk ke Sulsel, Murtala Ali mengatakan, setiap tahun mengalami penurunan dan semakin berkurang dan pada 2014 daging impor tersebut dipastian sudah tidak ada lagi. “2014 Daging Impor kemungkinan sudah tidak ada lagi,” terangnya.
Dikatakan pula, dalam peningkatan produktivitas dan populasi ternak sapi di Sulsel, pada akhir 2010, sebuah pabrik pembuatan semen beku ternak sapi akan hadir di Sulsel yang berasal dari Spayol.
Sementara itu Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang meminta kepada instansi dan lembaga terkait untuk memanfaatkan daerah potensial dalam mengembangkan dan meningkatkan produksi serta produktivitas mutu bibit sapi. Termasuk memberdayakan masyarakat pelaku usaha penernakan sapi potong, sehingga akan memberikan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani ternak itu sendiri.
Menurut mantan Ketua DPRD Sulsel ini, pengembangan dan peningkatan produksi sapi di Sulsel dari tahun ke tahun memperlihatkan peningkatan yang cukup signifikan. Dengan kondisi ini, Agus berharap kepada semua pihak bisa memberdayakan ternak dalam rangka meningkatkan kualitas mutu bibit ternak sapi agar memanfaatkan sumber daya lokal yang ada.
Sumber : Berita Kota Makassar (2010)

Iklan
%d blogger menyukai ini: