Zonanugera's.com

Beranda » Zona Agrobisnis » Peternakan » Ratusan pedagang ayam demo tolak relokasi

Ratusan pedagang ayam demo tolak relokasi

pas1

anas nafian web

Ratusan pedagang ayam kembali melakukan aksi unjuk rasa di Balaikota DKI sejak pagi tadi. Mereka mendesak Pemprov DKI membatalkan rencana relokasi pemotongan ayam ke lima lokasi yang ditunjuk

Dalam demo itu, perwakilan pedagang ayam diterima oleh Asisten Perekonomian dan Administrasi Daerah DKI Mara Oloan Siregar dan Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian Eddy Setiarto. Beberapa pendemo bahkan sempat melemparkan ayam hidup ke arah pelataran gedung DPRD DKI.

Berdasarkan hasil pertemuan dengan pedagang ayam dan Pemprov DKI, Mara Oloan mengatakan akan dilakukan diskusi lanjutan mengenai rencana relokasi itu. menurutnya, Pemprov DKI akan mencari solusi pengaturan pedagang itu agar tidak merugikan pedagang.

Dia mengatakan Dinas Kelautan juga diminta untuk melakukan penataan ruang penjualan ayam dan unggas di Jakarta agar lebih teratur dan sehat. “Dinas Kelautan juga akan melakukan pemetaan jumlah pedagang ayam dan pangkalan ayam yang ada di Jakarta, yang kemudian akan diatur selanjutnya,” ujar Mara Oloan usai menerima perwakilan pedagang ayam siang tadi.

Eddy Setiarto mengatakan proses relokasi akan dilakukan pada 24 April 2010 secara bertahap. Hal itu sesuai dengan instruksi Gubernur untuk menata kawasan pemukiman dari tempat pemotongan ayam liar.

Dia juga mengimbau agar pedagang tidak mengancam akan berhenti berjualan karena itu akan merugikan pembeli dan juga mereka sendiri. Terkait kemungkinan adanya kenaikan harga ayam yang dipicu oleh ancaman itu, dia mengatakan pasokan ayam saat ini masih banyak sehingga kenaikan harga ayam bisa ditekan.

“Langkah ini dilakukan untuk perbaikan kearah yang lebih baik, jadi kami harap prosesnya diikuti dengan baik dan diharapkan mendapatkan hasil yang win-win solution,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Pemerhati Ketahanan Pangan sekaligus ketua koordinator aksi, Hendra Siahaan, mengatakan akibat pemberlakukan Perda tersebut, konsumen tidak akan dapat menikmati ayam segar, karena ayam yang dijual dalam keadaan beku.

Akibatnya, itu akan mematikan para pedagang ayam tradisional karena umumnya ayam beku didapat impor dari Amerika dan China.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jhonny Wenas yang menemui massa aksi, berjanji Dewan akan melakukan revisi terhadap Perda No 4/2007 tentang Pengendalian Pemeliharaan dan Peredaran Unggas di Jakarta ini. “Secepatnya akan kita bahas revisi Perda tersebut di Badan Legislasi Daerah (Balegda),” kata Jhonny.

Sumber : Bisnis Indonesia (2010)

%d blogger menyukai ini: