Zonanugera's.com

Beranda » Zona Agrobisnis » Pertanian » Puluhan Hektar Tanaman Jagung Terendam Banjir

Puluhan Hektar Tanaman Jagung Terendam Banjir

pas1

anas nafian web

Puluhan hektare tanaman jagung di Desa Margototo, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur, terendam banjir sehingga petani terancam gagal panen.
Menurut seorang petani setempat, Paiman, 51, Jumat (12/3), banjir yang merendam tanaman jagung terjadi Rabu (10/3) saat hujan turun seharian.

Dia menambahkan, banjir terjadi karena tanggul penahan aliran Sungai (Way) Sekampung jebol. Tanggul tersebut sebelumnya sudah pernah mengalami kebocoran, dan karena sungai meluap maka tanggul tidak kuat menahan besarnya debit air. “Saat hujan turun seharian, debit air sungai terlalu besar, akibatnya luapan air tidak terhindarkan. Luapan itu merendam tanaman jagung milik petani,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Perwakilan Desa Margoto, Kecamatan Metro Kibang, setidaknya 22 hektare tanaman jagung terendam banjir. Tanaman jagung yang hampir panen seluruhnya terendam dan hanya terlihat pucuk tanaman saja dengan ketinggian antara satu hingga dua meter.

Ketua Badan Perwakilan Desa Margototo, Nasrudin mengatakan, banjir kali ini merupakan yang terbesar sejak 1988. “Way Sekampung tidak mampu lagi menampung tingginya debit air, sehingga meluap dan menggenangi tanaman warga,” katanya.

Menurut dia, semakin bertambah besarnya debit air sungai itu akibat semakin berkurangnya pepohonan penyerap air di dekat sungai. “Kalau dahulu jarang banjir karena masih banyak hutan di dekat sungai, sedangkan sekarang sudah banyak yang ditebangi, selain itu banyaknya penambang batu mengikis tepian sungai,” paparnya.

Dia berharap, pemerintah segera menertibkan sejumlah penambang batu tradisional yang berada di dekat sungai, karena dikhawatirkan dapat merusak daerah serapan air itu.

Sementara itu, selama musim penghujan tahun 2010, banjir yang merendam lahan pertanian terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Lampung Timur, di antaranya di Kecamatan Bumi Agung (12 ha), Kecamatan Wawaykarya (950 ha), Gunungpelindung (385 ha), dan terakhir di Kecamatan Metrokibang (22 ha).

Sumber : Media Indonesia (2010)

%d blogger menyukai ini: