Zonanugera's.com

Beranda »

Produk Perikanan Lokal Terancam

pas1

anas nafian web


Implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China atau CAFTA berpotensi merugikan sektor pangan, khususnya perikanan. Hal itu disebabkan sejumlah produk perikanan impor terus membanjir pasar domestik.
Demikian dikemukakan Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan Riza Damanik di Jakarta, Selasa (6/4).
Beberapa produk ikan impor yang sudah menguasai pasar dalam negeri karena harganya lebih murah di antaranya ikan patin asal Vietnam. Saat ini harga jual ikan patin asal Vietnam Rp 7.000-Rp 9.000 per kilogram, sedangkan harga jual ikan patin lokal di tingkat petambak Rp 11.000 per kg.
Produsen pakan ikan terbesar dunia saat ini adalah China, sedangkan di tingkat ASEAN didominasi oleh Thailand.
Menurut Ketua Shrimp Club Indonesia Iwan Soetanto, harga pakan udang di Indonesia yang lebih mahal menyebabkan biaya produksi udang lebih mahal sekitar Rp 2.400 per kg dibandingkan dengan Vietnam dan Thailand. Hal itu disebabkan komponen biaya pakan mencapai 50 persen dari total biaya produksi.
Saat ini Indonesia dikenakan tarif nol untuk pengiriman produk ikan utuh beku dan segar. Sebaliknya, China mendapatkan tarif bea masuk nol persen untuk pengiriman produk ikan olahan ke Indonesia.
Akibatnya, produk perikanan Indonesia menjadi sulit meningkatkan nilai tambah dan bersaing. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, impor ikan beku dan segar tahun 2007-2009 meningkat hampir dua kali lipat.
Tahun 2009, impor ikan beku dan segar 85.566 ton, tahun 2008 sebesar 83.558 ton, dan tahun 2007 hanya sebanyak 42.891 ton.
Adapun nilai impor tahun 2009 sebesar 65,82 juta dollar AS, tahun 2008 senilai 71,16 juta dollar AS, dan 2007 sebanyak 27,57 juta dollar AS.
Sumber : Kompas (2010)

%d blogger menyukai ini: