Zonanugera's.com

Beranda » Zona Agrobisnis » Peternakan » Mentan Suswono jajaki kerja sama sapi Australia

Mentan Suswono jajaki kerja sama sapi Australia

pas1

anas nafian web

Menteri Pertanian Suswono akan bertolak ke Australia untuk mendalami kerja sama ternak sapi di Indonesia setelah kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke negeri Kangguru pada awal Maret.
“Saya akan berangkat pada 25 Maret – 26 Maret ini ke Darwin. Salah satu agenda yang akan saya bicarakan dengan Menteri Pertanian Australia Tony Burke adalah peternakan sapi,” ujarnya sore ini.

Menurut dia, Indonesia menawarkan kepada Australia untuk berinvestasi di usaha peternakan khususnya penggemukan sapi.

Dia mengatakan peluang investasi di sektor peternakan ini akan disampaikan langsung di hadapan para pengusaha peternakan Australia.

Pemerintah, tuturnya, akan menawarkan agar investor Australia untuk membuka peternakan sapi di tanah air. Lokasi peternakan skala besar yang tepat dapat dilakukan di Nusa tenggara Timur.

Dia mengatakan upaya yang dilakukan ini untuk mewujudkan target swasembada daging sapi 2014.

Bisnis.com mencatat sasaran produksi daging sapi dari 2010-2014 dipatok terjadi peningkatan.

Pada 2010, produksi daging sapi ditargetkan 411.702 ton. 2011 sebesar 439.192 ton. 2012 mencapai 470.540 ton, 2013 sebanyak 506.127, dan pada 2014 tercapai sebanyak 545.621 ton.

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana menuturkan sebenarnya pemerintah mestinya menawarkan pada investor untuk usaha pembibitan di Indonesia.

“Jika mengundang investor pada usaha penggemukan akan tidak tepat. Mengingat investor di dalam negeri sendiri banyak yang bersedia,” ujarnya ketika dihubungi Bisnis.com.

Dia mengatakan jika investor didorong untuk usaha penggemukan sapi maka justru mendorong peningkatan impor sapi bakalan.

Menurut dia, saat ini kendala yang dilakukan oleh investor dalam negeri untuk usaha penggemukan adalah belum banyaknya populasi ternak sapi di dalam negeri.

Dia mengatakan pemerintah mesti konsisten dengan menambah populasi maka harus serius untuk menambah populasi. Teguh menyatakan upaya pemerintah untuk menyelamatkan sapi betina produktif dari pemotongan sangat bagus.

“Jika pemerintah konsisten dengan upaya penyelamatan sapi betina produktif ini maka tidak perlu melakukan impor bibit sapi. Mengingat pengadaan bibit sapi tidak akan mudah,” katanya.

Selain itu, tambah Teguh, bibit sapi dalam negeri utamanya dari sapi Bali justru memiliki kelebihan dibandingkan jenis sapi yang lain.

Sumber : Bisnis Indonesia (2010)

%d blogger menyukai ini: