Zonanugera's.com

Beranda » Zona Agrobisnis » Peternakan » Kebutuhan Dana Swasembada Sapi

Kebutuhan Dana Swasembada Sapi

pas1

anas nafian web

Kementerian Pertanian membutuhkan tambahan alokasi anggaran Rp 10,65 triliun dalam lima tahun ke depan untuk menjalankan program swasembada daging sapi 2014. Tanpa dukungan anggaran itu, swasembada daging sapi tidak bisa dicapai.

Dalam cetak biru Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) 2014 terungkap bahwa dengan tambahan anggaran Rp 10,65 triliun yang bersumber dari dana APBN dan APBD, Kementerian Pertanian akan mampu meningkatkan populasi sapi pada tahun 2014 sebanyak 14,23 juta ekor dari populasi pada tahun 2009 sebanyak 12,61 juta ekor.

Akibat populasi sapi meningkat, produksi daging juga diharapkan bisa naik dari 250.800 ton tahun 2009 menjadi 420.400 ton tahun 2014.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia Teguh Boediyana di Jakarta, Minggu (21/3), PSDS 2014 terkesan main-main.

Pihaknya, kata Teguh, tidak mengetahui apa yang melatarbelakangi penghitungan kebutuhan anggaran sebesar itu.

”Bila swasembada daging sapi 2014 tidak tercapai, siapa yang akan mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran itu? Apalagi selama ini berbagai program dalam bentuk bantuan sosial untuk swasembada daging sapi 2005-2010, melalui program Sarjana Membangun Desa dan Lembaga Mandiri Mengakar di Masyarakat berdasar kajian Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, tidak efektif,” ungkap Teguh Boediyana.

Teguh belum bisa memahami besarnya anggaran yang diperlukan untuk mencapai program itu. Apakah anggaran tersebut juga sudah termasuk anggaran pengadaan sapi impor atau belum.

Gagal dicapai

Menurut Teguh, besaran kebutuhan anggaran dalam PSDS 2014 hanya akan menjadi satu alasan ketidakmampuan Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada daging sapi.

Apalagi program swasembada daging sapi 2010 juga gagal dicapai. Peningkatan produksi daging sapi itu untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi daging sapi sebanyak 398.300 ton tahun 2014.

Dalam cetak biru PSDS disebutkan, program pokok yang akan dijalankan pemerintah meliputi penyediaan bakalan dan daging sapi lokal, peningkatan produktivitas dan reproduksi ternak sapi lokal, pencegahan pemotongan sapi betina produktif, penyediaan bibit sapi lokal, serta pengaturan stok daging sapi dalam negeri.

Kebutuhan dana PSDS tahun 2014 untuk skenario pesimistis sebesar Rp 2,24 triliun dan skenario optimistis Rp 20 triliun.

Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Siswono Yudo Husodo menyatakan, tanggung jawab besar urusan pangan, termasuk pangan asal ternak, ada di tangan pemerintah.

Siswono memahami betapa beratnya beban pemerintah untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terus meningkat. Di sisi lain, masih banyak penduduk miskin di Indonesia dan mereka perlu lapangan pekerjaan.

Oleh karena itu, dalam pembangunan industri peternakan, termasuk dalam mengejar target swasembada daging sapi, perlu dilakukan dengan melibatkan masyarakat kecil. Menurut Siswono, pasar komoditas ternak yang besar di Indonesia harus mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Sumber : Kompas (2010)

%d blogger menyukai ini: