Zonanugera's.com

Beranda »

Investasi investor asing jangan rugikan peternak RI

pas1

anas nafian web


Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menyatakan pemerintah perlu mencermati betul skema investasi investor luar negeri agar tidak merugikan peternak sapi di dalam negeri.
Ketua Umum PPSKI Teguh Boediyana menyatakan rencana investasi yang akan dilakukan oleh Australia sangat bagus. “Namun demikian akan lebih pas jika investasi diarahkan pada peternak besar yang mampu memproduksi sapi skala besar,” ungkapnya di Jakarta, hari ini.

Menurut dia, pemerintah di satu sisi selain menarik investor juga perlu memberikan perlindungan kepada peternak di dalam negeri, termasuk di dalamnya peternak skala kecil.

Terkait dengan rencana masuknya investor asal Australia untuk berinvestasi di Indonesia, Teguh memandang memang sudah saatnya Negeri Kangguru itu melihat Indonesia tidak hanya sebagai pasar tapi juga lahan investasi untuk berusaha secara kondusif.

Belum lama ini enam perusahaan asal Australia menandatangani MoU untuk berinvestasi pada pembibitan sapi di Tanah Air.

Enam perusahaan Australia yang menandatangani MoU dengan Gapsi itu adalah North Australian Cattle Company, Wellard Exports, South East Asia Livestock, Consolidated Pastoral Company, Austrex, dan Landmark Global.

Menteri Pertanian Suswono menyatakan kerja sama bisnis antara Gabungan Pembibitan Sapi Indonesia (Gapsi) dengan sejumlah perusahaan peternakan Australia tersebut akan mendorong tercapainya program swasembada daging sapi 2014. Gapsi pada proyek pembibitan itu melibatkan enam perusahaan nasional, yakni PT Santosa Agrindo, PT Agro Giri Perkasa, PT Lembu Jantan Perkasa, PT Kadila Lestari Jaya, PT Widodo Makmur, dan PT Bedikari United Livestock Indonesia.

Pada kesempatan itu, Mentan menegaskan Indonesia serius menjalankan program dan kebijakan swasembada daging sapi 2014. “Selama ini Indonesia merupakan pasar besar dari sapi Australia. Jika para pengusaha di Australia tidak ingin kehilangan pasar maka mulailah berinvestasi di Tanah Air saat ini juga,” ujarnya.

Teguh menyatakan investasi yang akan ditanamkan oleh para investor dari Australia ini dapat menjadi solusi efektif bagi peternak sapi Australia agar tidak kehilangan mata pencahariannya. “Jelas saja dengan kedatangan para petinggi dari Australia untuk meminta penjelasan kepada Mentan mengenai program swasembada daging, dapat dikatakan mereka risau akan berkurangnya pasar di Tanah Air,” ujarnya.

Dia mengatakan munculnya investor asing di peternakan sapi ini hendaknya dapat disinergikan dengan program swasembada sapi 2014. Menurut dia, untuk menarik investasi di bidang peternakan maka pemerintah dapat memberikan insentif seperti lahan, termasuk juga ketersediaan pakan yang mencukupi. “Pakan menjadi penting apalagi jika skala peternakannya cukup besar,” ujar Teguh.

Menurut dia, insentif ini juga termasuk di dalamnya masalah regulasi dan juga beberapa fasilitas lainnya yang diharapkan dapat menarik investor.

Sumber : Bisnis Indonesia (2010)

%d blogger menyukai ini: