Zonanugera's.com

Beranda » Zona Agrobisnis » Perikanan » Indonesia akan genjot produksi udang

Indonesia akan genjot produksi udang

pas1

anas nafian web

Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan produksi udang meningkat 74,75%, dari 400.000 ton menjadi 699.000 ton pada periode 2010-2014.
Dirjen Perikanan Budidya Kementerian Kelautan dan Perikanan Made L. Nurdjana menuturkan peningkatan produksi udang akan diarahkan pada dua jenis, yaitu udang vaname dan udang windu. “Untuk meningkatkan produksi udang vaname, KKP akan menerapkan strategi berupa teknologi semi intensif sampai dengan super intensif dengan produktivitas 4 ton per hektare hingga 20 ton per hektare per musim tanam,” ujarnya di Jakarta hari ini.

Dia mengatakan untuk budi daya udang windu dikembangkan dengan teknologi sederhana dan organik melalui sistem polikultur dengan bandeng dan rumput laut gracilaria. Menurut dia, untuk mendukung pengembangan budi daya udang tersebut, maka harus didukung dengan penyediaan benur berkualitas melalui pengembangan Broodstock Center.

Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, KKP telah membangun BC Udang di Situbondo, Jawa Timur dan Karangasem, Bali untuk memenuhi penyediaan induk unggul udang vaname. Made menjelaskan meningkatnya persaingan antaranegara penghasil udang di pasaran dunia, membuat Indonesia harus terus meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi udang.

“KKP berkomitmen peningkatan produksi udang tidak akan dilakukan kebijakan ekstensifikasi , tetapi cukup melalui intensifikasi untuk meningkatkan produktivitasnya. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerusakan lingkungan hutan mangrove akibat usaha pertambakan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Dirjen menyatakan, terkait upaya memenuhi syarat konsumen dunia terhadap sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, termasuk dalam upaya pengendalian dampak lingkungan yang diakibatkan oleh usaha budi daya udang di tambak, KKP menerapkan beberapa kebijakan.

Pertama, sertifikasi Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) bagi unit usaha budi daya ikan. Kedua, sertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) bagi unit pembenihan. Ketiga, pendaftaran pakan ikan. Keempat, pendaftaran obat ikan, bahan kimia dan bahan biologi. Kelima, monitoring residu.

Made memaparkan pada periode 2010-2014, KKP menargetkan produksi perikanan budi daya meningkat 353 %, yaitu dari 5,26 juta ton menjadi 16,89 juta ton. Untuk mencapai peningkatan produksi yang besar tersebut, komoditas perikanan budi daya yang akan didorong dan dipacu pengembangannya terutama adalah rumput laut, lele, patin, bandeng dan kerapu.

Komoditas tersebut sangat berpeluang untuk ditingkatkan produksinya dan menjadi nomor satu di dunia mengingat potensi lahan yang tersedia sangat besar, teknologi budi daya mudah dan sudah dikuasai masyarakat, serta permintaan pasar cukup besar. Secara keseluruhan, saat ini Indonesia memiliki tambak seluas 450.000 hektare, dimana luasan tersebut diusahakan untuk budidaya bandeng, udang dan polikultur rumput laut, udang dan bandeng.

Dari luasan tersebut, sekitar 60% atau 270.000 hektare dimanfaatkan untuk budi daya udang, yang terdiri dari teknologi intensif seluas 27.000 hektare, semi-intensif seluas 40.500 hektare dan sisanya dengan teknologi tradisional.

Sementara itu, Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Riza Damanik mendesak pemerintah untuk menjalankan moratorium industrialisasi pertambakan udang. Moratorium itu berdasarkan tiga prinsip. Pertama, menghentikan ekspansi pembukaan lahan budi daya udang baru, linier dengan rehabilitasi lingkungan dan sosial. Kedua, optimlisasi tambak udang yang sudah ada. Ketiga, penegakan hukum melalui audit lingkungan dan sosial untuk industri udang yang melakukan pelanggaran.

Sumber : Kompas (2010)

%d blogger menyukai ini: