Zonanugera's.com

Beranda » Zona Agrobisnis » Pertanian » Harga Lada Meningkat

Harga Lada Meningkat

pas1

anas nafian web

Harga lada putih Bangka sejak sebulan terakhir meningkat hingga mencapai Rp 38.000 per kilogram dari Rp 25.000 per kilogram pada tahun 2009. Kenaikan yang tajam tersebut diduga dipicu maraknya permintaan dari negara-negara di Eropa.

Petani di sentra perkebunan lada putih di Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (30/1), mengaku, kenaikan harga itu cukup tajam. Harga lada putih selama tahun 2008 sampai 2009 hanya Rp 25.000 per kilogram. Bahkan, sebelum tahun 2008, harga komoditas tersebut kurang dari Rp 20.000 per kilogram.

Kepala Subbidang Pembinaan Penyuluh Badan Penyuluhan, Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Bangka Selatan Kartino mengutarakan, peningkatan harga lada putih karena tingginya permintaan dari negara-negara di Eropa.

”Permintaan lada putih meningkat saat musim dingin. Sebab di sana seorang manusia dewasa saat musim dingin mengonsumsi satu ons lada per hari,” kata Kartino.

Lada putih Bangka atau Muntok white pepper disukai karena memiliki aroma dan rasa pedas yang tak dimiliki lada putih produksi negara lain.

Selama ini, pasar lada putih di dunia didominasi lada putih dari India. Namun, lada putih India tak beraroma dan rasa yang tak seenak lada putih Bangka. Kekurangan lada putih Bangka dibandingkan lada putih India hanya ukuran buah yang kecil.

Luas tanaman lada di Babel pada tahun 2008 sekitar 33.000. Ini menyusut dibandingkan tahun 2002 seluas 60.000 hektar.

Penyakit kuning

Permasalahan yang dihadapi petani lada putih di Bangka adalah serangan penyakit kuning yang disebabkan oleh cacing. Penyakit kuning menyebabkan daun tanaman lada berubah warna dari hijau menjadi kuning, kemudian tanamannya mati.

Kartino mengatakan, penyakit kuning rata-rata menyerang 20 persen tanaman lada dalam satu hektar kebun lada. ”Penyakit kuning belum ada obatnya. Sekarang sedang dilakukan penelitian untuk menemukan obat penyakit kuning,” katanya.

Petani lada putih hanya menggunakan bahan kimia, seperti Furadan 3G, untuk membunuh cacing yang menyebabkan penyakit kuning.

Menurut Kartino, cacing yang menyebabkan penyakit kuning bisa berasal dari bibit tanaman lada yang tidak steril. Sebab, petani sulit membedakan bibit steril dan bibit tidak steril.

Revitalisasi lada putih

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Zamdani mengungkapkan, pemerintah setempat menggiatkan revitalisasi lada putih sejak tahun 2009.

Program itu berupa pemberian bantuan bibit lada gratis kepada petani. Jumlah bibit yang telah diberikan 250.000 batang.

Tahun 2010 juga akan dibagikan lagi bibit lada gratis kepada petani. Namun, petani mengelola sendiri kebun pembibitannya. Luas total kebun pembibitan tanaman lada ditargetkan mencapai 86 hektar.

”Petani yang membutuhkan bibit lada silakan ambil di kebun pembibitan. Dana kebun pembibitan berasal dari APBD provinsi,” ujarnya.

Sumber : Kompas (2010)

%d blogger menyukai ini: