Zonanugera's.com

Beranda » Zona Agrobisnis » Perikanan » Daya Saing Produk Ikan Terancam

Daya Saing Produk Ikan Terancam

pas1

anas nafian web

Pemberlakuan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN untuk pakan ikan menimbulkan ancaman terhadap daya saing produk perikanan budidaya.

Kebutuhan komponen pakan mencapai 60 persen dari biaya produksi ikan sehingga pengenaan PPN pakan akan mendongkrak harga jual ikan segar.

Demikian dikemukakan Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria, akhir pekan lalu. Dia diminta tanggapannya berkaitan dengan pemberlakuan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga atas UU No 8/1983 tentang PPN Barang dan Jasa serta Pajak Penjualan atas Barang Mewah mulai 1 April, yang memasukkan pakan ikan sebagai produk kena pajak.

Saat ini produsen pakan ikan dikuasai oleh segelintir perusahaan besar. Keterbatasan pabrik pakan menyebabkan harga pakan ikan domestik cenderung tinggi. Harga produk pakan ikan Indonesia lebih mahal Rp 300-Rp 500 per kilogram dibandingkan dengan Vietnam.

”Harga pakan yang semakin mahal pada akhirnya memberatkan pembudidaya ikan. Dibutuhkan upaya serius pemerintah untuk membangkitkan sentra produksi pakan ikan di tingkat masyarakat,” ujarnya.

Investasi pabrik pakan

Arif menambahkan, pemerintah harus segera mendorong investasi pabrik pakan ikan agar produsen semakin banyak dan harga pakan ikan bisa ditekan.

Investasi pakan perlu diarahkan ke skala usaha kecil dan menengah pada sentra-sentra produksi perikanan budidaya.

Hal senada dikemukakan Kepala Riset Pusat Kajian Sumber Daya Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana.

Penurunan biaya produksi perikanan di tingkat masyarakat perlu diwujudkan dengan pembentukan rumah-rumah pakan ikan yang dikelola oleh kelompok pembudidaya ikan dengan memanfaatkan bahan baku lokal.

”Pembentukan rumah pakan dengan bahan baku lokal mendorong pembudidaya untuk tidak lagi bergantung pada pakan pabrik yang harganya mahal dan jauh dari jangkauan mereka,” ujar Suhana.

Kebutuhan bahan baku

Sementara itu, Ketua Divisi Pakan Ikan dan Udang Akuakultur Asosiasi Produsen Pakan Indonesia Denny D Indradjaja, beberapa waktu lalu, menyebutkan bahwa mahalnya harga pakan ikan dan udang nasional dipicu oleh kebutuhan bahan baku impor yang tinggi.

Impor tepung ikan untuk bahan baku pakan 50.000-60.000 ton per tahun atau sekitar 50 persen dari kebutuhan.

Adapun bungkil kedelai semuanya diimpor. Produsen pakan ikan terbesar di dunia saat ini adalah China, sedangkan di tingkat ASEAN didominasi oleh Thailand.

Sumber : Kompas (2010)

%d blogger menyukai ini: