Zonanugera's.com

Beranda » Zona Agrobisnis » Peternakan » Batasi importir sapi lebihi fedlot

Batasi importir sapi lebihi fedlot

pas1

anas nafian web

Komisi IV DPR RI mendesak kepada pemerintah untuk membatasi izin kepada para importir sapi utamanya yang melebihi fedlot, karena disinyalir masih banyak importir nakal yang bermain.
Anna Muawanah, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, mengatakan para importir nakal tersebut mendatangkan sapi impor dengan berbendera perusahaan lebih dari satu, tetapi kandangnya cuma satu.

“Pemerintah harus membatasi izin importir yang melebihi fedlot. Dimana mereka punya tiga perusahaan namun kandangnya hanya satu. Pemerintah juga harus melakukan pengawasan kepada importir utamanya yang belum mempunyai Izin Karantina Hewan Sementara (IKHS),” kata Anna Muawanah di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Jawa Timur di Songgoriti Kota Batu saat mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) Suswono hari ini.

Dia menambahkan, saat ini Komisi IV banyak menerima keluhan dari peternak menyangkut turunnya harga sapi dari Rp25 juta per ekor menjadi Rp22 juta per ekor. Salah satu penyebab turunnya sapi tersebut akibat banyak sapi impor yang masuk. “Apalagi sapi yang masuk bukan bibit melainkan sapi yang siap dipotong.”

Selain itu, bibit sapi harusnya perlu digemukkan lagi sekitar tiga bulan. Namun belum gemuk sudah keburu dijual. Karena pada dasarnya regulasi izin importir terhadap sapi impor adalah 250 kg per ekor.

“Pemerintah terkesan sangat mudah dalam hal regulasi izin, sehingga tidak jarang satu importir bisa punya tiga bendera namun fedlotnya sama,” tambah dia.

Suswono, Menteri Pertanian (Mentan), mengatakan per tahun pemerintah mendatangkan sapi impor khususnya sapi betina dalam usia produktif sebanyak 200.000 ekor. Dengan harga sapi Rp7 juta per ekor, maka untuk mendatangkan 200.000 ekor sapi betina produktif tersebut, diperlukan anggaran tak kurang Rp1,4 triliun. Sehingga untuk bisa mencapai swasembada daging pada 2014 perlu langkah bertahap. “Katakan per tahun ada alokasi dana untuk 100.000 ekor saja, hal ini sudah cukup memadai sebagai upaya secara bertahap untuk menuju upaya 2014,” jelas Mentan.

Sumber : Bisnis Indonesia (2010)

%d blogger menyukai ini: