Zonanugera's.com

Beranda »

24 April, batas akhir relokasi unggas

pas1

anas nafian web


Pemprov DKI memberikan tenggat akhir kepada pengusaha pemotongan unggas di Jakarta untuk mendaftarkan usahanya ke lima rumah pemotongan ayam (RPA) yang telah dipilih pada 24 April 2010.
Langkah relokasi pemotongan ayam liar yang banyak berada di pemukiman warga ini tetap dilaksankan meskipun banyak protes dari pengusaha unggas, dan adanya rencana revisi Peraturan Daerah (Perda) DKI No. 4/2007 tentang Pengendalian Pemeliharaan dan Peredaran Unggas oleh Badan Legislasi Daerah (Balegda).

Saat ini, di Jakarta ada 1.950 RPA yang rencananya akan direlokasi secara bertahap ke lima lokasi tersebut. Tujuannya, yakni karena Jakarta dinilai masih berpotensi terhadap penyebaran virus flu burung, sehingga upaya meminimalisir penyebaran dengan pembatasan RPA mendesak dilaksanakan.

Adapun mengenai kesiapan RPA yang ditunjuk, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DKI Eddy Setiarto mengatakan empat di antaranya yakni Rawa Kepiting, Pulogadung, Cakung, dan Kartika sudah siap dioperasikan, sedangkan RPA Kebun Bibit di Petukangan Utara, Jakarta Selatan, masih dalam tahap pembangunan.

Dia mengatakan relokasi dapat dilakukan sejalan dengan revisi, karena langkah ini dilakukan untuk kebaikan warga Jakarta sendiri, apalagi proses revisi belum dilaksanakan. “Revisi bisa jalan terus, tetapi kita tetap jalan terus melakukan relokasi. Pada 24 April, kita akan menutup pendaftaran RPA, dan akan dilakukan relokasi secara bertahap,” kata Eddy.

Dia mengatakan dari 1.950 RPA yang harus direlokasi, baru sekitar 70% diantaranya yang mendaftarkan diri. Seusai tahap pendaftaran, katanya, secara bertahap RPA dan tempat penampungan ayam yang sudah mendaftar akan dimasukkan dalam lima RPA resmi.

Eddy mengatakan dengan relokasi ini tidak lantas menutup usaha penjualan daging ayam, karena pembeli masih bisa mendapatkan daging ayam utuh di pasar tradsional, hanya saja proses pemotongan dan penampungan ayam dipusatkan di lima lokasi tersebut.

Dia juga mengatakan saat ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan tengah mencari lokasi baru untuk menambah tempat RPA resmi untuk mengakomodir puluhan ribu pedagang ayam.

Sementara itu, Gubernur DKI Fauzi Bowo mengaku telah menerima surat permohonan yang diajukan para pedagang ayam agar membatalkan relokasi pedagang ayam ke lima RPA resmi. Meski demikian, dia tidak akan membatalkan rencana relokasi kanrea aturan perda itu berdasarkan maraknya kasus flu burung yang sempat merebak di ibukota beberapa waktu lalu.

“Sekarang, karena flu burungnya sudah berkurang, maka kita jadi tidak sadar lagi kalau flu burung masih punya potensi disebarkan melalui RPA dan tempat penampungan ayam,” kata Fauzi Bowo.

Berdasarkan Data Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan DKI menyebutkan, jumlah RPA yang tersebar di lima wilayah ibu kota saat ini mencapai 1.950 unit. Dari jumlah tersebut, 1.500 diantaranya tidak berizin, berada di pasar dan dekat dengan pemukiman warga. Sedangkan tempat penampungan ayam ada 210 unit.

Sumber : Bisnis Indonesia (2010)

%d blogger menyukai ini: