Zonanugera's.com

Beranda » Zona Agrobisnis » Pertanian » 10.000 Ton Gula Impor Tertahan di Gudang

10.000 Ton Gula Impor Tertahan di Gudang

pas1

anas nafian web

Sebanyak 10.000 ton gula impor asal Thailand saat ini tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. PT Perkebunan Nusantara X selaku importir tidak bisa menyalurkan gula karena belum mendapatkan izin distribusi dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

”Kami belum mendapat izin distribusi dari Gubernur. Nominal harga perkiraan sendiri ke distributor pertama sudah kami sampaikan kepada Gubernur sebesar Rp 9.600 per kilogram,” kata Sekretaris Perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X Djoko Santoso di sela-sela rapat di Bogor, Kamis (11/2), saat dihubungi dari Surabaya.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Soekarwo memerintahkan kepolisian menyegel gudang gula impor di Pelabuhan Tanjung Perak. Menurut dia, gula tidak boleh didistribusikan sebelum para distributor gula terbuka memaparkan ongkos distribusi.

Soekarwo menilai, harga gula tidak wajar karena ada disparitas besar harga gula di tingkat produsen dengan konsumen. Di tingkat petani, harga gula Rp 5.350 per kilogram, tetapi di tingkat konsumen harga melambung sampai Rp 12.000 per kilogram.

”Harga gula di tingkat masyarakat sudah tidak wajar dan Pemprov Jatim harus melakukan intervensi langsung. Selama ini harga gula melonjak, tetapi tidak ada keterbukaan dari distributor,” katanya.

Menanggapi hal ini, Djoko menyatakan, PTPN X selaku importir tak bisa berbuat apa-apa terkait melambungnya harga gula di tingkat konsumen. Masalahnya, harga gula di level distributor pertama hingga kelima tergantung dari mekanisme pasar.

Menurut Djoko, sebelum mendapatkan izin distribusi dari Gubernur, PTPN X belum dapat membuka lelang gula kepada para distributor.

”Hari ini (Kamis, 11/2) gula impor mulai dibongkar dari kapal. Untuk sementara gula akan ditaruh di gudang dekat Pelabuhan Tanjung Perak,” katanya.

Kebijakan penahanan distribusi oleh Gubernur menyebabkan gula impor belum akan tersalur dalam waktu dekat di Jatim. Persediaan gula saat ini di Jatim sebesar 117.000 ton diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gula selama tiga bulan ke depan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Zainal Abidin menyatakan, Jatim tak akan kekurangan gula. Empat bulan lagi diperkirakan musim giling tebu tiba. Jatim diprediksi mampu memproduksi gula hingga 1,3 juta ton.

Dengan jumlah produksi itu, menurut Zainal, Jatim akan surplus gula sebanyak 691.000 ton. Namun, realitas di lapangan, saat ini persediaan gula terbatas dan harga melambung.

Sumber : Kompas (2010)

%d blogger menyukai ini: