Beranda » Zona Agrobisnis » Peternakan » Sembilan Perusahaan Ternak Australia Masuk Usaha Pembibitan Sapi

Sembilan Perusahaan Ternak Australia Masuk Usaha Pembibitan Sapi

pas1

anas nafian web

JAKARTA–MI: Sebanyak sembilan perusahaan peternakan Australia menyatakan kesiapannya berinvestasi dalam usaha pembibitan sapi di Indonesia. Enam di antaranya sudah menandatangani nota kesepahaman atau MoU tentang kerja sama bisnis dengan para pengusaha pembibitan nasional yang tergabung ke dalam GAPSI (Gabungan Pembibitan Sapi Indonesia).

“Mereka siap mendukung program swasembada daging sapi pemerintah Indonesia,” kata Menteri Pertanian Suswono dalam kunjungan kerjanya ke Darwin, Australia, Sabtu (27/3), seperti siaran pers Kementerian Pertanian yang diterima¬†Media Indonesia.

Mentan menjelaskan, enam perusahaan itu telah meneken nota kesepahaman kerja sama business to business (b to b) pada Jumat (26/3) bersamaan dengan berlangsungnya Konferensi Asosiasi Peternakan Northern Territory (NTCA) 2010 di Darwin, Australia. Kesepakatan ditandatangani setelah peserta NTCA mendengar presentasi promosi investasi dari tiga gubernur, yakni Gubernur Papua Barat Abraham Octavianus Atufuri, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, dan Wagub Nusa Tenggara Barat Badrul Munir.

Keenam perusahaan Australia itu yakni North Australian Cattle Company, Wellard Exports, South East Asia Livestock, Consolidated Pastoral Company, Austrex, dan Landmark Global. Di luar enam perusahaan itu, ujar Ketua GAPSI Adikelana Adiwoso, masih ada sebanyak tiga perusahaan lainnya yang menyatakan berminat meski belum meneken MoU. “Mereka sudah ingin bergabung pada hari kedua konferensi,” ujarnya.

Dalam proyek pembibitan sapi itu, GAPSI melibatkan setidaknya enam perusahaan nasional, yakni PT Santosa Agrindo, PT Agro Giri Perkasa, PT Lembu Jantan Perkasa, PT Kadila Lestari Jaya, PT Widodo Makmur, dan PT Berdikari United Livestock Indonesia. Dalam forum NTCA 2010, Mentan menegaskan Indonesia serius untuk menjalankan program dan kebijakan swasembada daging sapi.

Selama ini, Indonesia adalah pasar besar dari sapi Australia. “Jika Anda tidak ingin kehilangan pasar, investasilah mulai sekarang. Bantu dan dukung kami mencapai swasembada,” ujarnya. Dia mengatakan, untuk menutupi kebutuhan daging sapi di dalam negeri yang terus meningkat dari tahun ke tahun, tentu Indonesia masih perlu mengimpor. Selama tidak mendistorsi atau merusak harga sapi dalam negeri, impor sapi masih diperlukan sesuai kebutuhan.

Pembatasan baru dilakukan ketika terjadi kelebihan pasokan daging di dalam negeri. Ketika swasembada tercapai pada 2014, impor sapi masih diperlukan sampai sekitar 10%. Dalam pertemuan itu pihak Australia mengakui pentingnya Indonesia bagi ekonomi Australia, khususnya sektor peternakan.

Mereka berharap, Australia masih bisa berperan penting dalam mencukupi kebutuhan daging sapi meski Indonesia telah bertekad untuk swasembada daging sapi. Mereka juga menyatakan siap mendukung program swasembada dengan harapan Indonesia tidak menutup atau membatasi impor sapi dari Australia. (*/OL-04)

Mesia Indonesia 2010

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: