Beranda »

Cirebon Budidayakan Lele dan Gurame

pas1

anas nafian web

Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cirebon menggalakkan budi daya lele dan gurame terutama selama musim hujan guna memasok pasaran lokal, kata Kabid Budi daya Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cirebon Ir Masub di Sumber, Senin.

“Budidaya lele dan gurame tampaknya cukup menguntungkan petani karena mudah diusahakan dan hasilnya bisa mencapai sekitar 80 ton per hektare,” katanya.

Ia mengatakan, potensi perikanan air tawar di Kabupaten itu seluas 780 hektare yang sebagian besar mengusahakan lele dan gurame.

Dengan bimbingan Dinas Perikanan dan Kelautan, para petani tersebut kini sudah ada yang mengusahakan secara komersial, artinya sebagai pendapatan pokok.

Para petani peternak biasanya melakukannya secara berkelompok terdiri dari 10 sampai 50 orang. Pengelompokan tersebut karena selain areal kolam tidak menyatu, juga untuk memudahkan pembinaan, katanya.

Mengenai bibit ikan lele dan gurame di Kabupaten Cirebon selalu tersedia karena didukung keberadaan UPT Balai Beni Ikan di Dukupuntang.

Menurut dia, pemasaran ikan lele dan gurame juga cukup mudah dengan harga stabil karena terserap di pasaran lokal dan luar daerah seperti Bandung dan Jakarta.

Satu-satunya kendala budidaya ikan air tawar di Kapupaten Cirebon adalah tidak tersedianya air yang cukup sepanjang tahun.

“Air kolam penuh biasanya pada bulan Nopember hingga bulan Mei. Sedangkan bulan Juli sampai Oktober biasanya kering, karena kolam masih mengandalkan musim hujan,” katanya.

Selama tidak ada air, petani biasaya melakukan perbaikan kolam termasuk memberi pupuk pada dasar kolam, tambanya.

Sementara itu Asli, Kepala UPT Balai Benih Ikan Dukupuntang mengatakan, saat ini pihaknya menjadi rujukan untuk benih gurame di wilayah III Cirebon. “Benih yang dikembangkan merupakan benih unggulan hasil perkawinan induk dari Jawa Tengah dan induk lokal,” katanya.

Ia mengungkapkan, dalam waktu dekat juga akan dikembangkan tehnik baru penggunaan probiotik untuk memacu tingkat vertilitas indukan sehingga benih yang dihasilkan per induk lebih banyak dan lebih berkualitas.

“Program ini untuk mendukung ketersediaan benih unggulan agar petani bisa mendapatkan hasil panen yang lebih baik,” katanya. 


MEdia Indonesia (2010)

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: