Beranda » Zona Agrobisnis » Pertanian » PUPUK ORGANIK – Dari Kompos Cacing Tanah

PUPUK ORGANIK – Dari Kompos Cacing Tanah

pas1

anas nafian web

A. Sejarah Budidaya Cacing Tanah di Indonesia

Pada tahun 1983 ditemukan jenis cacing tanah Lumbricus rubellus di Jayagiri Lembang, Kabupaten Bandung sebanyak 7 ekor dan 5 kokon.
• Dari jumlah tersebut berhasil dibudidaya secara laboratories dan berkembang menjadi kurang lebih 5 kg pada talum 1985/1986.
• Secara praktis dapat dibudidaya dan dikembangkan oleh masyarakat di pedesaan.
• Sekarang, budidaya cacing tanah mulai diminati praktisi praktisi bisnis dengan berbagai tujuan, misal sebagai pengolah limbah, bahan baku sumber protein hewani pakan ternak dan ikan, bahan baku pembuatan kosmetik dan sebagai pakan hewan kesayangan.
B. Potensi Cacing Tanah

Sebagai pengurai bahan organik dalam pengolahan limbah padat.
• Sebagai penghasil pupuk organik.
• Sebagai bahan baku umber protein hewani (64 – 72%) dan asam amino esensial untuk berbagai peruntukan, antara lain:

1. Bahan baku pembuatan pakan ternak, ikan dan udang
2. Bahan baku pembuatan pangan
3. Bahan baku pembuatan obat – obatan
4. Bahan baku pembuatan kosmetik


Sebagai sarana rekreasi:

1. Mengail ikan
2. Pakan hewan kesayangan (burung, ikan, dsb)
3. Memperindah tanam tanam wisata, karena potensinya sebagai penghasil pupuk organik untuk tanaman.
C. Media organik sebagai tempat hidup cacing tanah (Vermi Compost)

Media sendiri tidak hanya sebagai tempat hidup tapi juga dapat dimanfaatkan sebagai surnber pakan cacing tanah.
• Bahan organik yang digunakan untuk pakan cacing tanah mengandung nutrisi yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan produksi.
• Untuk keperluan media, bahan organik yang akan digunakan harus difermentasikan terlebih dahulu.
• Bahan organik yang baik mengandung nutrisi yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan produksi.
• Untuk keperluan media, bahan organik yang akan digunakan harus difermentasikan terlebih dahulu.
• Bahan organik yang baik untuk pembuatan media:

1. Semua limbah ternak, seperti: sapi, kerbau, domba/kambing, kelinci (sisa pakan dan fasesnya)
2. Limbah rumah tangga
3. Limbah pertanian padi, jagung, kacang kacangan, pisang
4, Limbah penggilingan padi, penggergajian
D. Pupuk Organik Padat/cair SEbY G/L
1.
SEbY G/L adalah suatu formula baru berupa pupuk organik cair yang dibuat khusus untuk merangsang dan mempercepat pertumbuhan tanaman, pembuangan dan pembuahan.
2. Pupuk ini merupakan campuran dari Vermi Compost (kompos Cacing tanah) dengan bahan senyawa tumbuhan tropis lainnya.
3. Pupuk organik cair SEbY G/L mengandung unsur unsur makro seperti N, P205, K20 dan mikro seperti S, Cl, Fe, Al, Na, Mg, Mn dan Zn.
4. Pupuk ini diproduksi dalam negeri (home industry)
E. Aspek Aspek Ekonomis SEbY G/L
Dibandingkan dengan pupuk organik cair lainnya maka penggunaan SEbY G/L mempunyai nilai tambah sebagai berikut:
1.
Cara pemakaian sangat sederhana, dengan jarak pemakaian yang cukup panjang serta ekonomis.
Tidak berbahaya bagi kehidupan manusia, hewan ternak maupun unggas.
Dapat berfungsi sebagai:

• Stimulator, yaitu memberi daya rangsang tumbuh pada tanaman, khusus dalam penyusunan konstelasi perakaran sehingga menunjang dan mempercepat pertumbuhan, pembungaan dan pembuahan.
• Injektor, yaitu dapat menghilangkan kekerdilan, mencegah, penyakit tanaman yang disebabkan oleh interaksi lingkungan, udara dan iklim, misalnya penyakit rontok daun.
• Vitalis, yang merupakan fitohormon, sehingga dapat menyuburkan dan menyehatkan serta menambah daya tahan hidup tanaman pacia umumnya.
Dari aspek ekonomis yang dimiliki SEbY-G/L, maka produk ini sangat membantu petani – petani kecil yang pada umumnya memilih daya beli rendah, sehingga para petani tidak perlu membeli berbagai macam jenis pupuk, Karena dengan SEbY G/L saja mereka sudah mampu meningkatkan kapasitas produksi tanamannya.
Karena itu, SEbY G/L disamping dapat dijadikan salah satu sumber devisa negara, juga merupakan sarana produktif dalam pembangunan Pertanian/Perkebunan/ Kehutanan.
F. Beberapa Manfaat SEbY GIL
1.
Dalam waktu maksimum 14 (empat belas) hari, mampu menumbuhkan tunas tunas baru pada tanaman – tanaman yang disemprotkan.
2. Dapat membentuk lapisan lilin pada daun dan mampu juga membentuk zat – zat asli yang terkandung dalam tanaman. (dalam rasa, ukuran dan warna).
3. Mampu merontokkan jamur jamur yang melekat pada batang/ranting tanaman.
4. Mampu men suplai makanan yang diperlukan oleh tanaman, yaitu 90% melalui batang dan daun, sehingga menunjang tercapainya kebutuhan N-fosfo (foliage feeding), sedangkan 10% lainnya melalui akar.
5. Menggairahkan pertumbuhan jasad – jasad mikro organis dalam tanah, mempercepat proses pertumbuhan humus dan memperbaiki struktur tanah.
6. Memperkuat tumbuh dan perkembangan tanaman sehingga memperkuat daya tahannya terhadap serangan penyakit penyakit dan membantu pemulihan tanaman dari pengaruh penyakit penyakit tanaman.
7. Membentuk sistem akar yang besar dan menembus jauh ke dalam tanah.
G. Aspek Aspek Positif Dalam Penggunaan
1.
Dapat dipergunakan dalam setiap musim dan semua jenis tanaman pada tanah sesungguhnya.
2. Meningkatkan pertumbuhan / kehidupan mikro organis tanah dan humus serta memperbaiki struktur tanah.
3. Mempercepat pelarutan unsur unsur non organik.
4. Mengurangi sisa sisa racun ex pestisida dan herbisida.
5. Memberikan kestabilan keadaan tanah untuk keuntungan jangka panjang.
6. Memproduksi nutrisi untuk tanaman secara alamiah.
7. Membentuk system akar yang lebih banyak, kuat dan besar.
8. Menghasilkan buah yang rata rata besar ukurannya, gurih dan enak sehingga nilai sehingga nilai ekonomisnya meningkat.

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: